Resmi jadi Paman, Berhenti naik Gunung.
sebuah planing di libur akhir pekan yang bertepatan dengan tanggal merah dikarenakan memperingati maulid Nabi. gua yang pada saat itu sedang istirahat kelas berniatan untuk solat di musolah yang ada dilantai 4, tak disangka disana gua bertemu dengan seorang senior gua yang langsung mengajak pergi mendaki ke gunung gede, tanpa basa basi karena belum ada jadwal langsung gua iya kan saja ajakan dari senior gua ini, setelah gua selesai kuliah, ternyata ajakan dari teman baru ada, mengajak ke pulau menginap dipinggir pantai, namun apa daya, gunung lebih menggoda alhasil gua lebih memilih gunung sebagai destinasi liburan akhir pekan yang sebentar.
perjalanan kali ini gua ditemanin sama 5 teman gua, 3 diantaranya senior gua yaitu nur,ojan dan kikiw dan nur kerap membawa 2 orang temannya yaitu endang dan adhi. kami sepakat untuk mendaki gunung gede via putri lalu turun cibodas atau biasa disebut dengan pendakian lintas.
jumat malam kami berkumpul didepan kampus, disana gua baru pertama ketemu endang, kalau adhi gua udah pernah ketemu di salah satu warung senior gua waktu itu. ya namanya anak gunung, kami cepet banget terlihat akrab, tak disangka jam sudah menunjukan pukul 10 malam, namun kikiw belum juga datang, kami sepakat janjian sehabis magrib namun karena ada kuliah dibatalkan jam 9 malam. jam 11 kikiw pun tiba, kami langsung bergegas untuk melaju ke basecamp utama yaitu cibodas untuk mengambil simaksi yang sudah kita pesan sebelumnya. perlu diketahui kami mendaki berjumlah 6 orang, 5 laki laki dan 1 perempuan yaitu endang,
perjalanan dari jakarta menuju basecamp sudah benar-benar diuji, yang biasa kepuncak dari jakarta hanya membutuh kan waktu 3 jam atau 3,5 jam, kali ini memakan waktu 6jam, sangking macetnya, gua cukup heran, kok bisa jalanan pagi semacet ini, alhasil karena saya yang mengendarai mobil tidak tidur sampai dengan pendakian, kami tiba di basecamp jam set6 pagi. langsung mengurus simaksi dan langsung menuju ke jalur pendakian via Gn putri, diperjalanan menuju basecamp gn putri, kami mampir dipasar untuk belanja kebutuhan logistik, disana kami membeli lauk yang bisa kita masak di gunung. membeli sayur, pisang dan bumbu2 dapur penambah yang lainnya.
setibanya di basecamp gn putri, kita tidak langsung mendaki, tapi kami beristiraht sekaligus bersih2 dan sarapan agar perut tidak kosong saat mendaki. pukul 10 pagi kami memulai pendakian.
pendakian menuju pos 1 cukup santai namun agak menanjak, di pos persinggahan kami berhenti sekedar sebatang 2 batang namun tak sangka, gua ketiduran dalam istirahat pertama, mungkin ini faktor karena kurang tidur saaat perjalanan ke basecamp.
pendakian kami lanjutkan menuju pos 1, pendakian sangat ramai, sampai-sampai harus mengantri untuk menanjak, entah mungkin karena bertepatan dengan hari libur atau mungkin memang lagi ramai saja, namun semenjak saya mendaki ini adalah yang paling ramai digunung gede, sampai macet soalnya, biasanya walau sabtu minggu, tidak semcaet ini.
di pos 2 kami beristirahat sekaligus makan siang, kami mengeluarkan alat masak dan makanan yang sudah kami beli, karena memang harus makan siang , kalau tidak makan digunung itu bisa bahaya, banyak resikonya, istirahat siang kami hanya memasak indomie 4 bungkus yang dimakan ber 6 dan cemilan roti dan snack2 lainnya untuk mengganjal perut, tentu tidak lupa kopi menemani cengkrama kami sambil sebatang 2batang rokok tentunya.
jam set 2 siang, kami mulai melanjutkan menuju pos 3, trek menuju pos 3 cukup menanjak tapi masih standar pendakian, dipos 3 kita sampai sekitar pukul 3 lewat 15 menit, istirahat 15 menit jam set 4 kita mulai treking lagi menuju pos 4 dan lanjut ke surya kencana, dan ini jalur yang paling paling diantar menuju pos 1,2 dan 3. jalur yang paling menguras tenaga, ditambah lagi dengan macet nya pendakian, membuat rasa lelah yang kian meningkat.
dari pos 3 gua sudah terpisah dengan teman2 yang lain, gua berjalan sendiri yang disebabkan gua tertidur di jalur pendakian, jadi gua engga tau temen2 gua udah duluan atau belakangan. akhirnya gua memutuskan untuk berjalan sendiri dan menunggu didepan gerbang surya kencana, jalur yang kian extreme membuat pendakian menjadi mudah lapar, untung saja gua membawa cemilan di tas. sesampai digerbang surya kencana, gua menunggu dipinggiran. mendengarkan pendaki lain sahut2an mencari kawannya yang terpisah juga dijalur pendakia, gua sampai jam set 7 di surya kencana, menunggu cukup lama, sampai rasa khawatir muncul, ditambah dingin karena tidak bergerak dan juga persedian logistik hanya sebuah 1 cemilan saja dan minum yang ada di tumbler yang gua bawa. sampai jam 8 gua juga belum mendengar teriakan dari teman-teman gua, akhirnya setelah hampir 1,5 jam menunggu, gua mendengar suara sahutan dari teman gua. akhirnya gua bertemu dengan teman2 gua. karena sudah terlalu malam dan sudah larut juga, akhirnya kami segera mencari lapak yang pas untuk mendirikan tenda, setelah mendirikan tenda yang lain langsung terlelap, tapi sebenarnya harus makan dulu, gua langsung aja mengujuk kebolehan gua memasak, gua memasak sayur sop, endang memasak naget dan nur memasak nasi, sisanya sudah tertidur didalam tenda. setelah selesai makan, akhirnya kami semua tidur dan terbangun dipukul jam set 6 pagi, langsung saja gua masak air untuk segera menyeduh susu dan kopi agar mengahangatkan diri, pagi itu terasa dingin, tenda kami aja hampir rembes, untung kami menggunakan flysheet jadi tidak rembes sampai kedalam tenda. persedian air yang mulai tipis, akhirnya rembesan dari flysheet pun kami gunakan untuk masak air haha, di alam apapun bisa terjadi untuk bertahan hidup. setelah matahari mulai muncul udara tubuh mulai terasa hangat berkat pancaraan sinar matahari, dan ini waktunya memasak untuk sarapan pagi.
kami memounya persidaan pisang goreng dan sayur2an yang bisa dibuat bakwan. kami memasak pisang goreng dan bakwan ditemani dengan kopi dan juga susu hangat menjadi sarapan yang lenkap. setelah selesai sarapan, kami bergegas untuk packing kembali dan melanjutkan perjalanan summit attack, karena kami melintas maka kami harus membawa cariel saat summit, ini bagian PR saat pendakian melintas.
jam 10 kami mulai melakukan pendakian kembali, meuju puncak gede yang targetnya jam 11 bisa sampai, karena memang tidak terlalu jauh kalau dari surya kencana.
tapi apa daya, pendakian yang kian ramai membuat jalur trek kian macet dan etsimasi kami pun gagal, kami berada dipuncak kisaran jam set 1 siang, dan sampai kandang badak pukul 2 siang, selama turun menju kandang badak kami kembali terpisah dan setelah melewati tanjakan setan gua terpisah sendiri, dan disini engkel gua udah mulai kambuh, gua udah engga bisa jalan, kalo napak kaki gua sakit banget, sampe2 kadang ga kerasa gua nitihin kesakitan gua. gua jalan pelan2 supaya bisa sampai kandang badak. akhirnya sampai kandang badak, dan gua beristirahat berharap engkel ini segera pulih walau gamungkin, setelah masak dan makan siang. kami melanjutkan perjalanan lagi, gua kira kaki gua udah mulai bisa jalan, engga taunya malah makin parah. dimana gua udah gacukup kuat untuk menahan beban, tumpuan kaki gua udah gabisa lagi nahan beban, kaki gua udah sulit banget buat jalan, dan terpaksa keril gua harus ditopang oleh temen gua si nur, dan ternyata bukan cuman gua yang cidera, ojan pun juga ikut cidera, dengkulnya juga sakit gabisa ditekuk dan sulit juga untuk berjalan. akhirnya keril kami bedua ditampung oleh nur dan kikiw. karena perjalan yang begitu rami ditambah susahnya jalan gua dan ojan , perjalanan menjadi sangat berat dan tak disangka kami sudah memasuki malam dijalur pendakian, fisik sudah mulai lelah, mental semakin tertekan, dalam hati sudah mengeluh sambil menguatkan mental sambil berkata "mungkin ini pendakian terakhir gua" sangkin sudah downnya mental gua saat itu, temen2 gua udah pada letih, udah pasrah sama keadaan dan tetap harus berjalan, kita sama sama saling menguatkan diri satu sama lain, agar bisa terus berjalan sampai basecamp. perjalan begitu lama, dipos 1 ojan sudah benar benar tidak kuat, alhasil, dia ditopang dan semua beban ditopang oleh nur dan kikiw, gua kembali membawa 1 tas namun tidak terlalu berat. dan benar saja sampai basecamp kami langsung tertepar itu jam 11 malam, selama itu membutuh kan waktu turun. semua tenaga sudah terkuras dan melawan rasa ego dimana mental yang sudah down.
sampai basecamp tak lama-lama kita harus segera pulang karena besoknya harus ada yang beraktifitas, gua langsung mengendarai mobil dan langsung menuju jakarta.
sampai jakarta, ternyata abang gua dan istrinya sudah menuju puskesmas dan ternyata istri abang gua udah siap melahirkan.
gua langsung mandi dan segera istirahat, baru tidur sebentar, ibu gua udah membangunkan gua dan langsung mengajak ke puskesmas untuk menemani abang gua dan istri, tak pakai lama langsung gua bergegas untuk ke puskesmas, dimana baru tidur sebentar dan harus berjalan ke puskesmas ditambah lagi, kaki yang kemarin sehabis turun gunung belum juga membaik, susah jalan tapi harus menemani mamah ke puskesmas untuk melihat keadaan kaka yang ingin melahirkan. jam 8 kami sudah sampai dirumah sakit dan kaka ternyata sudah bukaan 5, menunggu sampai jam 10 abang keluar dari ruangan, dan berbicara ke gua "doain kaka ya sama anaknya" sambil menitihkan air mata, perasaaan gua pun langsung runtuh melihat abang gua sesedih dan sekhawatir itu , yang bisa gua lakuin berdoa demi keselamatan kaka dan anak yang diperjuangkannya, tepat pukul 11 lewat 12, jagoan ganteng akhirnya muncul ke dunia baru, bayi tampan dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm berhasil membuat kami semua terharu gembira, gua akhirnya resmi jadi paman, abang gua resmi jadi ayah, dan kaka gua resmi jadi seorang ibu, dan ibu ayah gua resmi menjadi seorang nenek, kini dia mempunyai cucu pertamanya, seorang laki laki tampan yang inshaallah akan membawa berkah untuk keluarga kita semua.
mungkin itu pengalaman gua selama liburan pekan kemarin untuk naik gunung, gua terima kasih karna kita sudah saling menguatkan satu sama lain, semoga kita diberi kesehatan.
dan buat abang dan kaka gua, selamat atas kelahiran, smeoga jagoan ganteng ini menjadi anak sholeh dan bisa membawa berkah bagi keluarga,
untuk selanjutnya gau resmi menjadi om, apakah setelah ini akan naik gunung lagi karena sudah keponakan? tidak tau, tunggu saja nanti
sekian dari gua, terima kasih sudah membaca.
dari pos 3 gua sudah terpisah dengan teman2 yang lain, gua berjalan sendiri yang disebabkan gua tertidur di jalur pendakian, jadi gua engga tau temen2 gua udah duluan atau belakangan. akhirnya gua memutuskan untuk berjalan sendiri dan menunggu didepan gerbang surya kencana, jalur yang kian extreme membuat pendakian menjadi mudah lapar, untung saja gua membawa cemilan di tas. sesampai digerbang surya kencana, gua menunggu dipinggiran. mendengarkan pendaki lain sahut2an mencari kawannya yang terpisah juga dijalur pendakia, gua sampai jam set 7 di surya kencana, menunggu cukup lama, sampai rasa khawatir muncul, ditambah dingin karena tidak bergerak dan juga persedian logistik hanya sebuah 1 cemilan saja dan minum yang ada di tumbler yang gua bawa. sampai jam 8 gua juga belum mendengar teriakan dari teman-teman gua, akhirnya setelah hampir 1,5 jam menunggu, gua mendengar suara sahutan dari teman gua. akhirnya gua bertemu dengan teman2 gua. karena sudah terlalu malam dan sudah larut juga, akhirnya kami segera mencari lapak yang pas untuk mendirikan tenda, setelah mendirikan tenda yang lain langsung terlelap, tapi sebenarnya harus makan dulu, gua langsung aja mengujuk kebolehan gua memasak, gua memasak sayur sop, endang memasak naget dan nur memasak nasi, sisanya sudah tertidur didalam tenda. setelah selesai makan, akhirnya kami semua tidur dan terbangun dipukul jam set 6 pagi, langsung saja gua masak air untuk segera menyeduh susu dan kopi agar mengahangatkan diri, pagi itu terasa dingin, tenda kami aja hampir rembes, untung kami menggunakan flysheet jadi tidak rembes sampai kedalam tenda. persedian air yang mulai tipis, akhirnya rembesan dari flysheet pun kami gunakan untuk masak air haha, di alam apapun bisa terjadi untuk bertahan hidup. setelah matahari mulai muncul udara tubuh mulai terasa hangat berkat pancaraan sinar matahari, dan ini waktunya memasak untuk sarapan pagi.
kami memounya persidaan pisang goreng dan sayur2an yang bisa dibuat bakwan. kami memasak pisang goreng dan bakwan ditemani dengan kopi dan juga susu hangat menjadi sarapan yang lenkap. setelah selesai sarapan, kami bergegas untuk packing kembali dan melanjutkan perjalanan summit attack, karena kami melintas maka kami harus membawa cariel saat summit, ini bagian PR saat pendakian melintas.
jam 10 kami mulai melakukan pendakian kembali, meuju puncak gede yang targetnya jam 11 bisa sampai, karena memang tidak terlalu jauh kalau dari surya kencana.
tapi apa daya, pendakian yang kian ramai membuat jalur trek kian macet dan etsimasi kami pun gagal, kami berada dipuncak kisaran jam set 1 siang, dan sampai kandang badak pukul 2 siang, selama turun menju kandang badak kami kembali terpisah dan setelah melewati tanjakan setan gua terpisah sendiri, dan disini engkel gua udah mulai kambuh, gua udah engga bisa jalan, kalo napak kaki gua sakit banget, sampe2 kadang ga kerasa gua nitihin kesakitan gua. gua jalan pelan2 supaya bisa sampai kandang badak. akhirnya sampai kandang badak, dan gua beristirahat berharap engkel ini segera pulih walau gamungkin, setelah masak dan makan siang. kami melanjutkan perjalanan lagi, gua kira kaki gua udah mulai bisa jalan, engga taunya malah makin parah. dimana gua udah gacukup kuat untuk menahan beban, tumpuan kaki gua udah gabisa lagi nahan beban, kaki gua udah sulit banget buat jalan, dan terpaksa keril gua harus ditopang oleh temen gua si nur, dan ternyata bukan cuman gua yang cidera, ojan pun juga ikut cidera, dengkulnya juga sakit gabisa ditekuk dan sulit juga untuk berjalan. akhirnya keril kami bedua ditampung oleh nur dan kikiw. karena perjalan yang begitu rami ditambah susahnya jalan gua dan ojan , perjalanan menjadi sangat berat dan tak disangka kami sudah memasuki malam dijalur pendakian, fisik sudah mulai lelah, mental semakin tertekan, dalam hati sudah mengeluh sambil menguatkan mental sambil berkata "mungkin ini pendakian terakhir gua" sangkin sudah downnya mental gua saat itu, temen2 gua udah pada letih, udah pasrah sama keadaan dan tetap harus berjalan, kita sama sama saling menguatkan diri satu sama lain, agar bisa terus berjalan sampai basecamp. perjalan begitu lama, dipos 1 ojan sudah benar benar tidak kuat, alhasil, dia ditopang dan semua beban ditopang oleh nur dan kikiw, gua kembali membawa 1 tas namun tidak terlalu berat. dan benar saja sampai basecamp kami langsung tertepar itu jam 11 malam, selama itu membutuh kan waktu turun. semua tenaga sudah terkuras dan melawan rasa ego dimana mental yang sudah down.
sampai basecamp tak lama-lama kita harus segera pulang karena besoknya harus ada yang beraktifitas, gua langsung mengendarai mobil dan langsung menuju jakarta.
sampai jakarta, ternyata abang gua dan istrinya sudah menuju puskesmas dan ternyata istri abang gua udah siap melahirkan.
gua langsung mandi dan segera istirahat, baru tidur sebentar, ibu gua udah membangunkan gua dan langsung mengajak ke puskesmas untuk menemani abang gua dan istri, tak pakai lama langsung gua bergegas untuk ke puskesmas, dimana baru tidur sebentar dan harus berjalan ke puskesmas ditambah lagi, kaki yang kemarin sehabis turun gunung belum juga membaik, susah jalan tapi harus menemani mamah ke puskesmas untuk melihat keadaan kaka yang ingin melahirkan. jam 8 kami sudah sampai dirumah sakit dan kaka ternyata sudah bukaan 5, menunggu sampai jam 10 abang keluar dari ruangan, dan berbicara ke gua "doain kaka ya sama anaknya" sambil menitihkan air mata, perasaaan gua pun langsung runtuh melihat abang gua sesedih dan sekhawatir itu , yang bisa gua lakuin berdoa demi keselamatan kaka dan anak yang diperjuangkannya, tepat pukul 11 lewat 12, jagoan ganteng akhirnya muncul ke dunia baru, bayi tampan dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm berhasil membuat kami semua terharu gembira, gua akhirnya resmi jadi paman, abang gua resmi jadi ayah, dan kaka gua resmi jadi seorang ibu, dan ibu ayah gua resmi menjadi seorang nenek, kini dia mempunyai cucu pertamanya, seorang laki laki tampan yang inshaallah akan membawa berkah untuk keluarga kita semua.
mungkin itu pengalaman gua selama liburan pekan kemarin untuk naik gunung, gua terima kasih karna kita sudah saling menguatkan satu sama lain, semoga kita diberi kesehatan.
dan buat abang dan kaka gua, selamat atas kelahiran, smeoga jagoan ganteng ini menjadi anak sholeh dan bisa membawa berkah bagi keluarga,
untuk selanjutnya gau resmi menjadi om, apakah setelah ini akan naik gunung lagi karena sudah keponakan? tidak tau, tunggu saja nanti
sekian dari gua, terima kasih sudah membaca.


Comments
Post a Comment