jangan lemah!
hallo sahabat baca, im back.
kali ini gua bakalan ngulik ngulik sedikit tentang sebuah perjalanan hidup yang dilihat dari segi mental, fisik, pikiran, kreativitas dan lainnya. yang dimana dalam fase itu mendapatkan sebuah gelombang atau lika likunya kehidupan baik dalam sebuah drama maupun kejadian nyata.
cuman mau informasiin aja, yang gua tulis ini juga kulik-kulikan gua semata, jadi kalau misalnya ada salah2 kata dalam arti, penulisan, maksud dan tujuan. mohon dimanfaatkan dan disematkan dalam komentar siapa tau kita bisa berteman untuk mendiskusikan. jangan lupa dikasih sebuah notifikasi pengingat untuk kalian semua, jadi jika gua punya postingan baru langsung muncul tuh di gadget kalian masing2 hahaha.
langsung mulai aja,
kita tahu sebuah perjalanan hidup itu memang bukan lah pembahasan yanng dianggap sepele, karena semua orang punya persepsinya masing-masing dalam menjalani hidup, tapi dari semua perjalanan yang mungkin gua bisa tarik kesimpulannya adalah prosesnya, cara melewatinya, rintangannya, dan kemampuannya. kenapa kok bisa ditarik kesimpulan kaya gitu? coba deh kita ambil salah satu contoh orang-orang yang udah sukses contohnya (gua ambil orang lokal) bob sadino, BJ habibie, Soekarno dan tokoh2 atau orang lain yang sekarang menjadi sosok yang familiar ditelinga kita, apakah kalian pernah membaca sebuah biografinya? pasti dititikprosesnya yang membuat mereka sekarang seperti ini,.
proses dari sebuah perjalanan hidup itu beraneka ragam, banyak lika-likunya buat ngelewatin itu semua, gakaya ngebalik telapak tangan, lebih susah ngebalik tempe digoreng dari pada cuman ngebalik telapak tanga, ngebalik tempe digoreng, lu harus bener ekstra hati-hati, kenapa? karena lu bisa aja kecipratan minyak, atau saat lu ragu matangnya ga sempurna, kadang bisa belum mateng atau mungkin juga bakalan gosong itu tempe, tapi bukan berarti tempe yang gosong itu belum tentu enak rasanya, yang gaenak itu tempe yang belum matang, karena lebih baik sudah terlanjur matang dari pada belum matang, disaat lu belum matang lu harus menggorengnya lagi, tapi saat tempe lu udah kematengan tempe itu bakalan tau prose minyak yg mana yg lebih panas. nah, kita ambil dari analogi tempe digoreng ini ya, kenapa bisa gitu, sebuah proses perjalanan hidup itu memang harus digoreng dulu, baik pikiran, tenaga, kreativitas, daya pikir, dan juga mental, disaat semuanya sudah tergoreng dengan matang maka lu sudah mengatahui sebuah proses, karena lu udah melewati semua hala rintangan tersebut, lu sudah mengetahui lika-likunya sebuah kehidupan. karena, gua masih belum percaya sampai sekarang, ada orang sukses dengan bermodalkan setengah matang, gua rasa engga ada, setiap orang yang kita lihat sukses gua amat sangat yakin dibalik itu ada sebuah pukulan-pukulan kejam dari kehidupan yang engga kita ketahui. sekarang kita hanya melihat dari kematangan tersebut tidak mau melihat proses yang dilewati ornag sukses tersebut, analoginya lu pengen mangga manis, tapi lu kaga mau nanem maunya beli. lu bisa beli, cuman lu gabakalan punya pohonnya yang tumbuh setiap musimnya.
kalo lu engga mau kebanting, lu bakalan jadi setengah mateng, kaya analogi tempe tadi. tapi kalo lu mau praktis. lu bakalan kaya analogi mangga tadi.
hidup pilihan, lu mau menyelami penggorengan biar lu tau rasanya digoreng dikepanasan, dan saat u matang lu bakalan tau rasanya sebuah kenikmatan. tumbuh dari awal tidak ada salahnya selagi kita masih mau merawat dan menyirami dengan rasa semangat dan percaya diri bahwa pohon yang kita tanam akan berbuah manis. tunggu waktunya, saat kalian sudah matang, keluarlah tunjukan hasil penanaman kalian selama digoreng dengan minyak panas dan berbuah manis.
pesannya, jangan lemah! kalian lemah tidak akan terpakai dimana-mana, bumi tidak membutuhkan manusia lemah, bumi saja melawan pencemaran yang menyerangnya agar tetap hijau. kallo baru digoreng dikit sudah kepanasan, dan saat kalian belum matang sudah menunjukan, kalian akan ditertawakan dengan orang-orang yang sudah matang.
semangat!!! jangan lupa bersyukur, biar tau namanya nikmat
salam
fajar
kali ini gua bakalan ngulik ngulik sedikit tentang sebuah perjalanan hidup yang dilihat dari segi mental, fisik, pikiran, kreativitas dan lainnya. yang dimana dalam fase itu mendapatkan sebuah gelombang atau lika likunya kehidupan baik dalam sebuah drama maupun kejadian nyata.
cuman mau informasiin aja, yang gua tulis ini juga kulik-kulikan gua semata, jadi kalau misalnya ada salah2 kata dalam arti, penulisan, maksud dan tujuan. mohon dimanfaatkan dan disematkan dalam komentar siapa tau kita bisa berteman untuk mendiskusikan. jangan lupa dikasih sebuah notifikasi pengingat untuk kalian semua, jadi jika gua punya postingan baru langsung muncul tuh di gadget kalian masing2 hahaha.
langsung mulai aja,
kita tahu sebuah perjalanan hidup itu memang bukan lah pembahasan yanng dianggap sepele, karena semua orang punya persepsinya masing-masing dalam menjalani hidup, tapi dari semua perjalanan yang mungkin gua bisa tarik kesimpulannya adalah prosesnya, cara melewatinya, rintangannya, dan kemampuannya. kenapa kok bisa ditarik kesimpulan kaya gitu? coba deh kita ambil salah satu contoh orang-orang yang udah sukses contohnya (gua ambil orang lokal) bob sadino, BJ habibie, Soekarno dan tokoh2 atau orang lain yang sekarang menjadi sosok yang familiar ditelinga kita, apakah kalian pernah membaca sebuah biografinya? pasti dititikprosesnya yang membuat mereka sekarang seperti ini,.
proses dari sebuah perjalanan hidup itu beraneka ragam, banyak lika-likunya buat ngelewatin itu semua, gakaya ngebalik telapak tangan, lebih susah ngebalik tempe digoreng dari pada cuman ngebalik telapak tanga, ngebalik tempe digoreng, lu harus bener ekstra hati-hati, kenapa? karena lu bisa aja kecipratan minyak, atau saat lu ragu matangnya ga sempurna, kadang bisa belum mateng atau mungkin juga bakalan gosong itu tempe, tapi bukan berarti tempe yang gosong itu belum tentu enak rasanya, yang gaenak itu tempe yang belum matang, karena lebih baik sudah terlanjur matang dari pada belum matang, disaat lu belum matang lu harus menggorengnya lagi, tapi saat tempe lu udah kematengan tempe itu bakalan tau prose minyak yg mana yg lebih panas. nah, kita ambil dari analogi tempe digoreng ini ya, kenapa bisa gitu, sebuah proses perjalanan hidup itu memang harus digoreng dulu, baik pikiran, tenaga, kreativitas, daya pikir, dan juga mental, disaat semuanya sudah tergoreng dengan matang maka lu sudah mengatahui sebuah proses, karena lu udah melewati semua hala rintangan tersebut, lu sudah mengetahui lika-likunya sebuah kehidupan. karena, gua masih belum percaya sampai sekarang, ada orang sukses dengan bermodalkan setengah matang, gua rasa engga ada, setiap orang yang kita lihat sukses gua amat sangat yakin dibalik itu ada sebuah pukulan-pukulan kejam dari kehidupan yang engga kita ketahui. sekarang kita hanya melihat dari kematangan tersebut tidak mau melihat proses yang dilewati ornag sukses tersebut, analoginya lu pengen mangga manis, tapi lu kaga mau nanem maunya beli. lu bisa beli, cuman lu gabakalan punya pohonnya yang tumbuh setiap musimnya.
kalo lu engga mau kebanting, lu bakalan jadi setengah mateng, kaya analogi tempe tadi. tapi kalo lu mau praktis. lu bakalan kaya analogi mangga tadi.
hidup pilihan, lu mau menyelami penggorengan biar lu tau rasanya digoreng dikepanasan, dan saat u matang lu bakalan tau rasanya sebuah kenikmatan. tumbuh dari awal tidak ada salahnya selagi kita masih mau merawat dan menyirami dengan rasa semangat dan percaya diri bahwa pohon yang kita tanam akan berbuah manis. tunggu waktunya, saat kalian sudah matang, keluarlah tunjukan hasil penanaman kalian selama digoreng dengan minyak panas dan berbuah manis.
pesannya, jangan lemah! kalian lemah tidak akan terpakai dimana-mana, bumi tidak membutuhkan manusia lemah, bumi saja melawan pencemaran yang menyerangnya agar tetap hijau. kallo baru digoreng dikit sudah kepanasan, dan saat kalian belum matang sudah menunjukan, kalian akan ditertawakan dengan orang-orang yang sudah matang.
semangat!!! jangan lupa bersyukur, biar tau namanya nikmat
salam
fajar
Comments
Post a Comment