Cinta Tapi Beda Part 3

Dalam semasa menjalin jiwa jiwa kasmaran dengan indah yang datangnya dari ujung ibu kota, banyak banget hal-hal yang gua udah lewatin bareng-bareng sama indah, seperti yang gua bilang disebelumnya, gua bukanlah orang yang romantis. namun gua adalah rizal, mencintai dan menyayangi orang punya cara sendiri, biarpun sederhana namun hal yang gua buat melainkan dari isi hati, bukan sekedar tindakan basi.

suatu kesempatan gua pernah nge buat suatu kejutan kecil lah, gua berkunjung kerumahnya yang ada diujung ibukota, dengan mengendarai sepeda kuda bertenaga besi tua gua melaju dengan kecepatan yang lumayan konsisten dengan lajunya kendaraan lain, sesampai disana indah yang awalnya tidak mengetahui bahwa gua ingin kerumahnya tentu kaget merasa tidak menyangka.

"ngapain zal? gilak lo yak, kan jauh banget rumah lu!!" dengan wajah kagetnya tapi menyembunyikan malu terlihat dari wajahnya.
gua yang cuman bisa senyum langsung memberikan sebuah ice cream ke dia, wajahnya kaya kaget kesenangan cuman ya tidak ingin di tampakan ke gua,
"ehh lo ngapain jauh-jauh cuman ngasih ginian, bego amat hahaha." indah nyindir dibarengi dengan sebuah cubitan ke pinggang.
"mau masuk ga?" ajak indah ke gua untuk beristirahat didalam.
"kita keluar aja yu?" ajak gua untuk tidak berdiam dirumahnya, namun pergi untuk mencari suasana.
"kita mau kemana?" tanya indah
"nyari angin aja diluar, sekalian kita nyari makan" ajak gua lagi
"yaudah, tunggu sebentar ya. gua siap-siap dulu" indah bergegas agar tidak terlalu lama membiarkan gua menunggu.

kami menikmati indahnya sebuah genangan air yang maha luas di tepian, berkeliling menikmati angin yang dihembuskan sambil berteduh dibawah pohon kelapa yang membuat pikiran menjadi tenang dari banyaknya persoalan. hari itu kami tutup dengan menyantap sebuah hidangan yang ada dirumah makan dengan menu yang lagi kekinian didaerah yang ada diujung ibukota.

sampai pada suatu ketika, hubungan kami menerpa sebuah masalah yang mungkin random datangnya dari mana, kisah kami diuji dengan berbagai macam problema yang salah satunya mengandung unsur sara. Beberapa tahun hal yang kita jaga dan kita yakini bahwa agama bukan lah salah satu penyebab alasan bahwa kita harus berpisah. prinsip jalanin aja dulu entah siapa yang harus ikut kami pun tidak tau, sebuah komitmen kala itu dimana jika ada suatu yang salah yang harus diselesaikan adalah masalahnya bukan hubungannya. kalimat yang menjadi sebuah penyemangat setiap kami mempunyai sebuah problema.

mungkin semesta berkata lain, perjalanan kami disudahi dengan alasan yang dari awal kami tau itu bukan sebuah problematika yang biasa, tetapi problematika itu yang membuat kami sudah tidak bersama. komitmen untuk menyelesaikan masalahnya bukan hubungannya sudah menjadi dagangan lama yang akhirnya sudah tidak tertarik dengan kejadian yang diselesaikan adalah hubungannya bukan masalahnya.
meski berat ini harus gua terima, beberapa tahun yang gua lewatin bersama kini selesai dengan sebuah problematika beda agama. haaaaa mungkin bukan hal yang mudah, namun jika memang sudah tidak bisa, memang harus diterima.
terima kasih indah, sudah menemani guaa sampai gua selesai menyelesaikan tugas untuk mndapatkan gelar sarjana, mungkin memang sesuai janjinya hanya menemani sampai dititik itu.
terima kasih bidadari dari ujung ibukota atas semua cerita yang pernah kita lewati berdua.
salam dari gua
rizal, pendukung jagoan ibukota.

Comments