Cinta Tapi Beda Part 2
Setelah gua dan indah resmi dan terikat dengan kata jadian, sebenarnya prinsip kami bedua itu sama. jalanin aja dulu, belum tau ujung mana yang bakalan kita sandangi sebagai tempat pemberentian terakhir kita, seiring berjalannya waktu gua makin sering main sama indah, jalan bareng, makan, sampai hal anti mainstream yang biasa kita lakukan dari pada kebanyakan gaya pacaran orang-orang kebanyakan.
Pernah dalam suatu kejadian, kami sama-sama menikmati malam berdua, dengan sambil bertukar cerita. menikmati makan berdua, tapi ini dengan cara yang beda. beli nya satu makannya bedua hahaha, maklum saja gua emang orangnya suka itung-itungan, mungkin salah satu bawaan dari orang tua gua. makanya selagi masih bisa kenapa engga, toh lumayan kan malah jadi irit pengeluaran hahaha.
gua juga bukan orang yang bisa dibilang romantis, tapi indah menyukai dengan cara gua yang seperti ini, tapi walau gua bukan tipe orang romantis gua juga bisa dibilang orang yang protective. entah kenapa, gua selalu khawatir dengan setiap orang yang tidak gua tau identitasnya yang berani-beraninya mendekati sang pujaan gua.
iya, ini gua se over protective ini dengan pasangan gua. walaupun notabanenya gua cuek sama dia, tapi sifat protective gua bisa menggambarkan kalau gua engga becanda dengan keseriusan dalam menjalankan suatu hubungan.
gua bukan tipikal ornag yang suka becanda, cuman faktor keadaaan dengan sekeliling teman-teman gua yang doyan becanda, membuat gua terbawa akan suasana gelak tawa. bisa dibilang gabut lah, memang semasa kuliah gua, walaupun diisi dengan berbagai organisasi tapi tetep ajalah ya namanya waktu luang mah ada aja, nah disaat gabut itu kadang gua dan temen-temen gua ini suka becanda yang kadang emang engga bisa diterima dikalangan masyarakat, becandaannya aneh ditambah lagi yang bawain becandaan juga aneh, yaudah makin jadi kebawa aja gua keanehan dari temen-temen gua.
dulu gua juga orangnya engga jago ngomong, tapi semenjak organisasi gua jadi berani ngomong, mengutarakan semua yang gua rasain dan gua terpain juga dalam perasaan, tapi yang belum bisa gua kontrol itu adalah emosi, selama gua jadian sama indah ini. kadang kalau gua berantem, gua suka gada kabar, suka gamau ngomong, gamau ketemu sama dia. tapi indah tuh sabar dengan ngadepin gua yang keras kepala kaya gini. entah berlandasan apa gua kaya gitu, tapi setiap manusia punya cara nya masing-masing dalam menghadapi masalah. mungkin itu cara gua yang bisa dianggap belum dewasa setiap ada masalah, namun yang tidak pernah gua lupa. setiap ada masalah, maaf harus kata yang keluar dari mulu gua, karena setiap tindakan yang gua lakukan belum tentu benar secara keseluruhan.
pernah timbul suatu masalah yang gua jalanin, ini memang masalah awal kami karena berani mengambil langkah jadian. haaaa
indah itu seorang kristiani sedangkan saya seorang muslim, ini merupakan masalah terbesar kami selama kami menjalin hubungan, walau kami sering sekali meyakinkan, yaudah jalanin aja dulu, entah mau sampaikan ini perjalanan selesai. disisi lain gua selalu yakin, gua bisa membawa dia buat ikut gua menjadi seorang muslim, memang itu prilaku egois dari gua, cuman gua tidak memaksakan itu hanya menjadi sebuah target gua untuk mambawa seorang kristiani menjadi seorang muslim.
biar begitu, indah tetap indah dia memang seorang kristiani, tapi mau gimana lagi namanya sudah cinta. gua harus berani menyebrangi entah apa akhir dari perjalanan ini, namun gua coba sebisa mungkin untuk mempertahan cinta yang beda ini.
hubungin kita makin kesini berjalan dengan hati-hati, walau kadang sering diselingi dengan pertengkaran yang tiada henti, tapi nyatanya gua dan indah pasti balik lagi menjadi satu hati. gua juga engga ngerti kenapa bisa kaya gini, padahal banyak kejadian yang seharusnya membuat gua udah ga sama-sama. cuman naluri berkata lain, gua masih dizinkan bersama indah, wanita dari ujung ibukota ini.
Pernah dalam suatu kejadian, kami sama-sama menikmati malam berdua, dengan sambil bertukar cerita. menikmati makan berdua, tapi ini dengan cara yang beda. beli nya satu makannya bedua hahaha, maklum saja gua emang orangnya suka itung-itungan, mungkin salah satu bawaan dari orang tua gua. makanya selagi masih bisa kenapa engga, toh lumayan kan malah jadi irit pengeluaran hahaha.
gua juga bukan orang yang bisa dibilang romantis, tapi indah menyukai dengan cara gua yang seperti ini, tapi walau gua bukan tipe orang romantis gua juga bisa dibilang orang yang protective. entah kenapa, gua selalu khawatir dengan setiap orang yang tidak gua tau identitasnya yang berani-beraninya mendekati sang pujaan gua.
iya, ini gua se over protective ini dengan pasangan gua. walaupun notabanenya gua cuek sama dia, tapi sifat protective gua bisa menggambarkan kalau gua engga becanda dengan keseriusan dalam menjalankan suatu hubungan.
gua bukan tipikal ornag yang suka becanda, cuman faktor keadaaan dengan sekeliling teman-teman gua yang doyan becanda, membuat gua terbawa akan suasana gelak tawa. bisa dibilang gabut lah, memang semasa kuliah gua, walaupun diisi dengan berbagai organisasi tapi tetep ajalah ya namanya waktu luang mah ada aja, nah disaat gabut itu kadang gua dan temen-temen gua ini suka becanda yang kadang emang engga bisa diterima dikalangan masyarakat, becandaannya aneh ditambah lagi yang bawain becandaan juga aneh, yaudah makin jadi kebawa aja gua keanehan dari temen-temen gua.
dulu gua juga orangnya engga jago ngomong, tapi semenjak organisasi gua jadi berani ngomong, mengutarakan semua yang gua rasain dan gua terpain juga dalam perasaan, tapi yang belum bisa gua kontrol itu adalah emosi, selama gua jadian sama indah ini. kadang kalau gua berantem, gua suka gada kabar, suka gamau ngomong, gamau ketemu sama dia. tapi indah tuh sabar dengan ngadepin gua yang keras kepala kaya gini. entah berlandasan apa gua kaya gitu, tapi setiap manusia punya cara nya masing-masing dalam menghadapi masalah. mungkin itu cara gua yang bisa dianggap belum dewasa setiap ada masalah, namun yang tidak pernah gua lupa. setiap ada masalah, maaf harus kata yang keluar dari mulu gua, karena setiap tindakan yang gua lakukan belum tentu benar secara keseluruhan.
pernah timbul suatu masalah yang gua jalanin, ini memang masalah awal kami karena berani mengambil langkah jadian. haaaa
indah itu seorang kristiani sedangkan saya seorang muslim, ini merupakan masalah terbesar kami selama kami menjalin hubungan, walau kami sering sekali meyakinkan, yaudah jalanin aja dulu, entah mau sampaikan ini perjalanan selesai. disisi lain gua selalu yakin, gua bisa membawa dia buat ikut gua menjadi seorang muslim, memang itu prilaku egois dari gua, cuman gua tidak memaksakan itu hanya menjadi sebuah target gua untuk mambawa seorang kristiani menjadi seorang muslim.
biar begitu, indah tetap indah dia memang seorang kristiani, tapi mau gimana lagi namanya sudah cinta. gua harus berani menyebrangi entah apa akhir dari perjalanan ini, namun gua coba sebisa mungkin untuk mempertahan cinta yang beda ini.
hubungin kita makin kesini berjalan dengan hati-hati, walau kadang sering diselingi dengan pertengkaran yang tiada henti, tapi nyatanya gua dan indah pasti balik lagi menjadi satu hati. gua juga engga ngerti kenapa bisa kaya gini, padahal banyak kejadian yang seharusnya membuat gua udah ga sama-sama. cuman naluri berkata lain, gua masih dizinkan bersama indah, wanita dari ujung ibukota ini.
Comments
Post a Comment